Music : Jimmy Cliff – Because I Love You
Hidup itu adalah pencarian.
Orangtua kita mencarikan sekolah yang terbaik untuk kita. Di sekolah kita mencari ilmu, mencari teman, mencari nilai yang tinggi. Selama sekolah kita juga mencari-cari dari sekian banyak bidang ilmu yang kita pelajari mana yang akan menjadi konsentrasi kita untuk berkarir nanti. Ada yang menemukan, ada yang tidak menemukan, dan ada yang salah memilih.
Lulus sekolah kita kembali mencari Perguruan Tinggi yang tepat untuk mencari ilmu (lagi), untuk menyiapkan kita sebelum terjun ke dunia kerja.
Dan selepas kuliah, kita mencari lagi. Kali ini pencariannya penting. Mencari pekerjaan. Buat sebagian orang, pekerjaan itu tujuan hidup. Buat yang lain pekerjaan itu cuma sehelai slip gaji.
Setelah punya pekerjaan dan cukup mapan, kita memulai pencarian berikutnya. The ultimate search. Pencarian paling penting buat kebanyakan orang. Mencari pasangan hidup. Mencari seseorang untuk berbagi, untuk bersama selama sisa hidup kita.
Jadi apa yang terjadi setelah semua pencarian itu selesai? Apa yang terjadi ketika kita telah menemukan semua hal yang kita anggap penting dalam hidup kita?
Saya nyaris sudah menemukan semuanya. Apakah saya bahagia? Tidak. Karena di tengah pencarian saya, saya kehilangan diri saya sendiri.
Di tengah usaha untuk menyelamatkan masa depan saya, saya sampai lupa mendengarkan saya. Padahal saya yang punya masa depan. Saya terlambat menyadari bahwa apa yang sudah saya dapatkan bukanlah apa yang saya butuhkan. Saya bisa tau sepatu, tas, pakaian macam apa yang saya butuhkan. But how could it be possible that for all this time I didn’t know what I actually need in this life?
So as for me, my life has just begun. Saya harus memulai pencarian dari nol lagi. Tapi kali ini yang saya cari adalah saya. Saya mau kenal siapa saya. Dengan cara yang benar.