August 13, 2009...8:45 am

The Old Man Who Inspired Me

Jump to Comments

Music : Jim Brickman feat. Jane Krakowski – You

Dia adalah seorang pria yang sudah sangat tua. Saya selalu bertemu dengannya setiap Minggu pagi sehabis pulangĀ  jogging, sekitar pukul 7 pagi. Dari jauh saya sudah melihatnya menarik gerobak besar berisi pisang-pisang untuk dijual, dengan susah payah, karena tubuhnya yang sudah membungkuk hanya sedikit lebih tinggi dari gerobak miliknya.

Saya selalu miris, pedih melihatnya. Dalam hati saya selalu bertanya ‘Tidakkah ia punya keluarga? Anak-anak yang masih muda yang mampu bekerja dan memberinya kehidupan yang layak di hari tua?’ Dan terakhir, muncullah rasa bersalah yang sayapun tak tau alasannya kenapa. Hmm, mungkin karena saya nggak bisa membantunya? Di tengah-tengah lamunan saya itu, si bapakpun tergopoh-gopoh melewati saya dan berlalu.

Tapi itu dulu. Dulu saya sangat merasa kasihan padanya. Sebelum saya melihatnya dari sudut pandang yang berbeda. Dia memang sudah lanjut usia, kondisi tubuhnya sudah lemah, dan diapun tidak berpunya. Tapi dia tidak menyerah, dia tidak meratapi nasib yang kurang beruntung, tidak menggantungkan hidupnya pada orang lain, dia lakukan apa yang dia bisa sekalipun dengan susah payah.

Sejak saat itu saya berhenti mengasihaninya. Dia tidak pantas dikasihani. Karena dia adalah seorang bapak tua yang hebat. Saya melihat dari luarnya saja. Yang saya lihat dan saya kasihani dulu itu adalah fisiknya. Sementara di dalam, dia adalah seseorang dengan semangat yang tinggi, seseorang yang patut disanjung atas kemauannya untuk berjuang menantang nasib. Ada berapa banyak orang semacam itu di Jakarta? Ada berapa banyak orang yang mau menggulung lengan bajunya dan berusaha memperbaiki nasib? Anda bisa jawab sendiri dari banyaknya pengemis, pencopet, PSK, dan tingkat kriminalitas di kota ini.

Jadi, bila lain kali kisah tadi terjadi pada Anda, sebaiknya rasa kasihannya disimpan saja untuk orang-orang yang hidup dengan cara mengambil yang bukan haknya, orang-orang yang tidak tahan menderita dan mengambil jalan pintas untuk mencari materi, anak-anak manja yang hidup mewah dan hanya bisa menghamburkan uang orang tua, atau kepada seorang perempuan yang hobi belanja dan nggak bisa mengatur keuangannya :oops:

4 Comments


Leave a Reply