September 25, 2008...4:36 am

Caution: Dangerous ‘Curve’ Ahead!

Jump to Comments

Music: Mattafix – Things Have Changed

Seorang teman suatu hari curhat ke saya tentang perempuan incarannya. Si teman saya ini baru kenal sekitar 3 bulanan sama sang perempuan dan karena udah lama nggak pdkt sama perempuan kali ya, ybs. merasa perlu berkonsultasi sama saya. Duhh, jadi merasa penting seketika saya :mrgreen:

Berikut kira-kira kutipan percakapannya;

Saya (melihat tampangnya yang berlipat-lipat): Kenapa sih?

Dia: Tau kan cewek yang gue ceritain kemaren, yang lagi gue deketin?

Saya: Oh, si C itu? Kenapa?

Dia: Masa kemaren tiba-tiba dia ngomong ke gue kalo sebenernya dia udah dijodohin sama orangtuanya sejak lulus SMA dan tanggal pernikahannya sekitar bulan Mei tahun depan? Dia nggak siap untuk itu.

Saya: HAAAAAAHHH? (tampang kayak ibu-ibu di sinetron yang tau anak perempuannya hamil di luar nikah)

Dia: Iya, di telepon dia ngomongnya kalut banget deh kemaren, sampe-sampe saat itu juga dia mau dateng ke tempat gue. Jam 1 pagi lohh…

Saya: (masih rada kaget) Terus lo bilang apa? Lo mau dia dateng?

Dia: Nggak lah, kasian. Tapi gue jadi ikutan pusing juga. Gue sedih. Gimana menurut lo, kasih saran dong…

Saya: (menahan diri untuk nggak berkata ‘do you want it to be sarcastic‘?) Baiklah. Sebenarnya hubungan lo sama dia udah sampe mana sih? Lo kan udah jelas-jelas suka sama dia. Tapi dia gimana ke lo, ngasih harapan nggak?

Dia: Well, baru tiga bulan sih, sinyalnya masih terlalu lemah. Tapi dia bilang dia sayang sama gue.

Saya: (voice over: cape deh… she’s clearly not into you, dude…) Yakin ini bukan caranya dia untuk secara halus menjauhkan diri dari lo? (untuk oknum C, kalo itu bener, basi lo! dan terkutuklah engkau karena menyakiti teman gw)

Dia: (merasa sedikit tersinggung) Ya ampun, gue tanya sama temen-temennya juga mereka pada bilang iya kok!

Saya: Yaelah, orang-orang terdekat mah bisa diajak berkomplot kaliii!! Apalagi lo baru kenal temen-temennya.

And so on, and so on

Begitulah, teman saya itu merasa saya malah membahas yang nggak seharusnya dibahas dan bete karena dia juga merasa saya menjelek-jelekkan perempuan incarannya. Hemphh, saya memang nggak pandai soal memberi nasihat sama orang, tapi perkataan-perkataan saya itu muncul secara spontan semata-mata karena saya pengen melindungi teman saya.

He didn’t know what he got himself into… Okelah kalau seandainya perempuan itu benar-benar akan menikah tahun depan (dan baru sadar kalo dijodohkan sama orang tua itu cuma ngetren di jaman Siti Nurbaya), bukan karena ingin menjauh dari teman saya – I’ll be the first to ask,Are you sure that she’s not gonna fall in love with you when she’s that vulnerable?

Dan mungkin teman saya akan menjawab begini, ‘Bukannya itu yang semua orang harapkan? Gue bisa menyelamatkan dia dari masalahnya, dan dia  nggak perlu menyesal karena menikah dengan orang yang nggak dicintai’

Itulah yang ingin saya bicarakan, pren… Perempuan yang membuat keputusan untuk menjalin hubungan dengan seseorang saat dirinya sedang gundah tak tentu arah lebih berbahaya dari bajaj yang remnya blong (tolong jangan fokus pada perumpamaan saya yang nggak mutu ini, susah sih bikin perumpamaan yang lebih mengena) Kenapa? Karena dia sama sekali nggak tau apa yang dia lakukan, karena saat rapuh, kedekatan dengan lawan jenis sangat mudah disalahartikan sebagai cinta, cinta yang sangat semu. What she wanted most at that moment is somewhere, something, or someone to escape. Dan tampaknya sih para perempuan ini nggak punya pelarian lain selain laki-laki yang sedang dekat dengannya. Nah, kalau kebetulan laki-laki malang itu jatuh hati dengannya… You do the math

Dan saat perempuan itu menyadari kekeliruan besar yang dibuatnya, yang sayangnya selalu datang belakangan… Semua sudah sangat terlambat bukan?

Jadi my dear pren, jangan buru-buru bilang gue menjelek-jelekkan incaran lo itu… Gue cuma pengen melihatnya dari sisi seorang perempuan aja, yah, walaupun mungkin nggak semua perempuan berpikiran begitu dan belum tentu perasaan gue bener. Tapi pertimbangkan dan pikirkanlah omongan gue, pleaseFor your own good.

Ada yang nggak setuju sama saya? Mari sini…

6 Comments

  • waahhh..setuju bangett tuhh

    intinya emang kita kan juga mesti rasional kalo ngincer orang ya?
    kalo tuh orang kayaknya gak suka sama kita..ya tinggal aja..cari yang lain lahh..cewek lainkan banyakk

    itu makanya saya gak suka sama cewek..huh!

    *langsung lari takut di jitak si empunya blog*

  • Hai Luz…

    Eh, I’m dealing the same thing. Punya temen baik, curhat.. terus karena dari ‘naga-naga’ ceritanya si Cowok itu ga ada respon dan malah ngejauh bikin gua akhirnya bilang kalau he’s not that into her.. yang ada malah ngamuk… hihihi… Banyak kasus yang beginian, Luz.. sampai bosen :)

    Argh..
    sekarang gua jadi mikir gini Luz.

    Somehow, I found my self in your posts! hihihi…

  • Kayaknya emang udah jelas, alasan tuh cewek pake dijodohin segala pasti karena dia mo ngehindar dari temenmu si cowok yg malang itu :D
    hmmm.. kasian temenmu si cowok itu…
    ehehehe, jadi sungkan nih ikutan komen di antara ibu2 :mrgreen:

    OOT: kapan ke Malang? kalo dibutuhkan, saya siap kok jadi tour guide :P

  • Waduh.. Klo menurutku ada 2 kemungkinan, cewek itu mau nolak secara halus or cewek tsb pengen liat sejauh mana perasaan teman anda padanya ;-) cewek butuh kepastian bo!

    duh cewek kadang memang ngambil keputusan di saat rapuh.. Makanya saya ga pacaran ma cewek :-P

  • haem… kalo gw yang dicurhatin…
    haeeem… glegek glegek… eeehmmm, ngomong apa ga tahu…
    palingan, “udahlah.. masi banyak ikan di laut…”
    hhehehe

  • hmmm….
    (merenung)
    waduh…
    jadi makin bimbang gw….
    ck…ck…ck…
    (geleng-geleng)


Leave a Reply