May 18, 2009

Just When I Thought Chivalry’s Dead

Music : The Decemberists – O Valencia

Untuk para wanita, ingatkah kapan terakhir kali ada pria yang menahan tombol lift ketika Anda masuk, membukakan pintu mobil untuk Anda dan tergopoh-gopoh memutari sisi mobil untuk membukakan pintu saat Anda keluar? Atau mempersilahkan Anda lebih dulu ketika masuk ke ruangan? Well, kalo mungkin Anda adalah bu Direktur mungkin hal-hal di atas akan jadi keseharian Anda.

What I’m trying to say is, SUSAH sekali sekarang menemukan pria-pria yang berkelakuan layaknya seorang gentleman, yang menjunjung tinggi falsafah ‘ladies first:P , yang mengistimewakan wanita dalam setiap kesempatan… Kalaupun ada, mungkin sang wanita kebetulan adalah ibu, adik, kakak, tante, nenek, atau pacar pria yang bersangkutan. Of course, I do buy those feminists’ crap about self-empowered women, tapi akuilah, kita para wanita senang diperlakukan bak puteri kan? ;)

chivalry

Saya mau cerita tentang pengalaman saya minggu lalu di gym. Habis lari-lari bakar lemak di atas treadmill saya langsung mengarah ke dispenser buat ambil minum. Mungkin kaki saya mikir mereka masih di treadmill jadinya saya sempoyongan, atau lagi kesambet, nggak tau deh. Yang jelas waktu saya mengisi cangkir dan pengen minum, cangkir itu jatuh begitu aja dari tangan saya. Hhahahha, udah gitu bukannya sadar, saya malah melongo aja memandangi air yang berhamburan di lantai.

Now, this is the best part… Cowok di sebelah saya yang kebetulan juga mau minum langsung mengisi cangkir dan menyodorkannya ke saya. Saya ambil, dan sambil senyum dia bilang, ‘Nggak apa-apa, kecapean tuh’.  Dan dia minta petugas kebersihan gym untuk mengepel lantai. Aww…

Mungkin kelihatannya sepele ya? But come on, guys, chicks do dig that kind of stuffs! Be more like that! Hehehehhe…

Hmm, baru inget, kemaren cangkirnya bekas dipake minum nggak ya? :oops:

March 30, 2009

Tuntutlah Ilmu ke Negeri Kincir Angin

kompetiblogbadge-neo

Music : The Bird and the Bee – Fucking Boyfriend

Waktu kecil dulu saya tau Belanda dari pelajaran Sejarah sebagai kumpeni yang menjajah Indonesia selama 350 tahun. Lama banget ya?

Saya dulu juga tau Belanda dari kemasan susu bergambar seorang wanita dalam pakaian tradisional Belanda, kemasan bubuk coklat bergambar kincir angin, dan foto-foto berbingkai bunga tulip di Keukenhof. Oh ya, dan serentetan info menarik lainnya di film Deuce Bigalow: European Gigolo :lol:

Tapi Belanda bukan hanya negara yang terkenal dengan bendungan, tulip, dan kincir anginnya. Bicara soal pendidikan, Belanda juga menawarkan sistem pendidikan yang sangat bereputasi baik dan berkelas dunia. Sebelas universitas di Belanda juga termasuk dalam 200 besar World University Rankings 2008 menurut Times Higher Education Supplement. Need I say more? Keep reading →

March 16, 2009

In Search of: SAYA

Music : Jimmy Cliff – Because I Love You

Hidup itu adalah pencarian.

Orangtua kita mencarikan sekolah yang terbaik untuk kita. Di sekolah kita mencari ilmu, mencari teman, mencari nilai yang tinggi. Selama sekolah kita juga mencari-cari dari sekian banyak bidang ilmu yang kita pelajari mana yang akan menjadi konsentrasi kita untuk berkarir nanti. Ada yang menemukan, ada yang tidak menemukan, dan ada yang salah memilih.

Lulus sekolah kita kembali mencari Perguruan Tinggi yang tepat untuk mencari ilmu (lagi), untuk menyiapkan kita sebelum terjun ke dunia kerja.

Dan selepas kuliah, kita mencari lagi. Kali ini pencariannya penting. Mencari pekerjaan. Buat sebagian orang, pekerjaan itu tujuan hidup. Buat yang lain pekerjaan itu cuma sehelai slip gaji.

Setelah punya pekerjaan dan cukup mapan, kita memulai pencarian berikutnya. The ultimate search. Pencarian paling penting buat kebanyakan orang. Mencari pasangan hidup. Mencari seseorang untuk berbagi, untuk bersama selama sisa hidup kita.

Jadi apa yang terjadi setelah semua pencarian itu selesai? Apa yang terjadi ketika kita telah menemukan semua hal yang kita anggap penting dalam hidup kita?

Saya nyaris sudah menemukan semuanya. Apakah saya bahagia? Tidak. Karena di tengah pencarian saya, saya kehilangan diri saya sendiri.

Di tengah usaha untuk menyelamatkan masa depan saya, saya sampai lupa mendengarkan saya. Padahal saya yang punya masa depan.  Saya terlambat menyadari bahwa apa yang sudah saya dapatkan bukanlah apa yang saya butuhkan. Saya bisa tau sepatu, tas, pakaian  macam apa yang saya butuhkan. But how could it be possible that for all this time I didn’t know what I actually need in this life?

So as for me, my life has just begun. Saya harus memulai pencarian dari nol lagi. Tapi kali ini yang saya cari adalah saya. Saya mau kenal siapa saya. Dengan cara yang benar.

March 12, 2009

Untuk J

Music : The Beatles – Eleanor Rigby

Saya nggak bisa ingat kapan pertama kali saya berkenalan dengannya. Yang saya ingat adalah suatu sore waktu saya main badminton bersama seorang teman di lapangan dekat rumah dia tiba-tiba datang dan mengambil raket dari tangan teman saya dan tanpa permisi menggantikannya main badminton–diiringi tatapan tak percaya dari saya.

(Sial, siapa sih ini orang, pede banget)

Saya memang pernah melihatnya beberapa kali, dia baru pindah, dan rumahnya berdekatan dengan rumah saya. Cuma saya sama sekali belum pernah bertegur sapa, dan bahkan tidak tau namanya. Jadi sore itu ‘ajakan’ bermain badminton darinya saya anggap kurang ajar. Keep reading →

March 10, 2009

I Hope I’ll be Alive to Regret This

Music : Justice – D.A.N.C.E

Jadi begini ya sodara-sodara, liat postingan di bawah nggak, yang dipassword? Postingan itu intinya sinisme saya sama pekerjaan saya yang sekarang (sekali lagi nggak usah disebut apa pekerjaan saya) Dan cukup tersirat memang niat saya untuk (kalau bisa) pindah ke tempat kerja lain.

Mungkin jawaban dari Tuhan datang terlalu cepat, karena beberapa hari kemudian saya benar-benar ditawari bos saya untuk pindah tempat kerja. Melihat posisi yang ditawarkan sih, pindahnya ini pindah jenis upgrading dan saya menyetujuinya, walaupun saya tau hal itu sama sekali baru buat saya, saya harus belajar dari nol, dan beban kerja saya bakal jadi gila-gilaan kalo berada di posisi itu.

Berbagai spekulasi mulai muncul di benak saya, kok saya tiba-tiba ditawarin posisi begitu, mengingat di instansi saya, pegawai dengan tingkat pendidikan dan masa kerja seperti saya jarang menempati posisi itu, kalaupun ada, pasti kantor yang bersangkutan berada di daerah Timur Indonesia. Bos saya sih bilang dia kasihan saya di sini cuma jadi sekretaris dan ilmu saya semasa kuliah dulu nggak kepake. Sebagai sekretaris memang kerjaan saya ya cuma sebatas clerical works aja. Saya mengamini jawaban beliau dan menyanggupi untuk menerima tawaran jadi Account Rep di kantor lain. Keep reading →